baju gamis,grosir baju, busana muslim, baju muslim, baju gamis, busana muslim online, baju muslim online, busana muslim terbaru, baju muslim terbaru, butik online, tanah abang, agen baju murah,baju murah,grosir baju muslim,baju muslim murah,jual grosir baju murah,gamis syar'i

Benteng Fort Rotterdam, Belajar Sejarah Sambil Selfie Keren

Benteng Fort Rotterdam
Benteng Fort Rotterdam

Jalan-jalan ke Makassar belum sah kalau belum datang ke benteng bersejarah satu ini. Selain cerita sejarah masa lalu, ber-selfie di Fort Rotterdam wajib hukumnya. Soalnya, belasan bangunan tua di sini yang pembangunannya dimulai dari abad ke-16, benar-benar keren!

Banyak yang menduga benteng ini sudah dinamai Fort Rotterdam sejak awal dibangun. Padahal, tidak. Benteng yang dijadikan markas pasukan katak Kerajaan Gowa ini pertama kali dinamai Benteng Panyyua. Tapi kemudian Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani perjanjian Bungayya (lazim disebut Bonggaya) dengan Belanda pada 18 November 1667, yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin (dari Kerajaan Gowa) dan Laksamana Cornelis Speelman (dari pihak Hidia Belanda). Nah, salah satu satu pasal dalam perjanjian berisi paksaan terhadap Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng Panyyua kepada Belanda. Sejak itu benteng berada di dalam genggaman VOC dan berganti nama menjadi Fort Rotterdam.

Fort Rotterdam berada di tepi pantai sebelah barat Makassar, Sulawesi Selatan, tidak terlalu jauh dari pantai Losari yang tersohor itu. Menempati area seluas 28 hektar, semua bangunannya bergaya arsitektur Portugis dan terbuat dari bahan-bahan bangunan dengan kualitas terbaik.

Salah satu spot yang banyak didatangi oleh pengunjung adalah ruang tempat ditahannya Pangeran Diponegoro. Jadi, pada tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda di Jawa, kemudian dibuang Manado. Lalu, pada tahun 1834 Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Selain ruang tempat ditahannya Pangeran Diponegoro, di dalam Fort Rotterdam juga ada museum La Galigo. Di museum ini kita bisa melihat berbagai artifak yang menggambarkan kebudayaan Sulawesi. Nama La Galigo sendiri diambil dari karya sastra Sulawesi. Ada yang menyebut La Galigo merupakan naskah sastra terpanjang di dunia.

Fort Rotterdam yang kita ada sekarang sudah mengalami pemugaran pada tahun 2010 – 2011. Hasilnya, benteng yang juga sempat disebut Benteng Ujungpandang ini tampil lebih menarik dengan cat berwarna terang.

Kalau mau datang ke sini, lebih asyik pagi atau sore hari. Kalau pagi, cuaca belum begitu panas. Menjelang siang cuaca akan berubah menjadi sangat panas di sini, sehingga agak kurang nyaman kalau kita jalan mengelilingi benteng. Sementara sore hari, selain cuaca yang bersahabat plus sensasi aroma laut yang terbawa hembusan angin, cahaya buat foto-foto juga biasanya lebih bagus. Lebih dramatis!

Puas berkeliling benteng, kita bisa mampir ke sejumlah kedai makanan dan minuman yang berada di seberang benteng. Makanan dan minuman khas Makassar kayak pisang bakar, kue ape, hingga es pisang ijo, bisa kita beli di sana. Lumayan buat mengganjal perut dan membasahi tenggorokan, tanpa bikin dompet bolong.

baju gamis,grosir baju, busana muslim, baju muslim, baju gamis, busana muslim online, baju muslim online, busana muslim terbaru, baju muslim terbaru, butik online, tanah abang, agen baju murah,baju murah,grosir baju muslim,baju muslim murah,jual grosir baju murah,gamis syar'i
author
Author: 

    Related Post "Benteng Fort Rotterdam, Belajar Sejarah Sambil Selfie Keren"

    Pink Beach, Benarkah Seindah Kata Orang?
    Pink Beach Bicara Taman Nasional Komodo, yang
    baju gamis,grosir baju, busana muslim, baju muslim, baju gamis, busana muslim online, baju muslim online, busana muslim terbaru, baju muslim terbaru, butik online, tanah abang, agen baju murah,baju murah,grosir baju muslim,baju muslim murah,jual grosir baju murah,gamis syar'i

    Leave a reply "Benteng Fort Rotterdam, Belajar Sejarah Sambil Selfie Keren"